BUGA - Buaya muara Sungai Maraja di Desa Buga dan Desa Muara Besar merajalela belakangan ini. Diperkirakan reptil besar berbahaya itu makin berkembang biak secara tak terkendali di muara sungai yang ada di pesisir Desa Buga bersebelahan Desa Muara Besar, kecamatan Ogodeide, Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Kerisauan oleh keberadaan Buaya muara yang makin banyak dan merajalela itu dirasakan Sekretaris Desa Buga, Sabriansyah.
Hal itu mengemuka, saat Rini S. Pontoh, awak media ini menyambangi Sabriansyah belum lama ini di kediamannya di Desa Buga Kecamatan Ogodeide,
Sejak awal perbincangan, membahas bahaya buaya mengancam nyawa masyarakat Buga. Bahkan menurut Sekdes ini, buaya telah mengancam mata pencaharian masyaraka desa Buga terutama yang bergantung dengan keberadaan sungai itu untuk aktifitas sehari-hari.
"Buaya yang makin banyak itu, bukan cuma mengancam nyawa, tapi juga mengancam mata pencaharian warga yang mau ke laut atau ke kebun lewat sungai," ungkapnya.
Sabriansyah menengarai, perkembangan jumlah buaya makin banyak. Menurutnya selain telah menjadi sarang, juga dikarenakan jadi tempat titik temu buaya darin sungai Lampasio dan sungai Basidondo, yang bermuara di desanya.
"Selama buaya menguasai sungai itu, tidak ada lagi kegiatan yang dilakuka," Ungkap Sekdes.
Sabriansyah menuturkan pengalamannya, pernah pergi memancing dari arah jembatan menuju muara. Saat itu sekdes terhadang buaya yang beristirahat. Ia akhirnya tidak melanjutkan untuk mencari ikan.
Kondisi itu, Sekdes pun bingung apakah masyarakat mesti disuruh berhenti. Namun tidak mungkin berhenti mencari nafkah diperairan sungai atau pun dilaut.
Menghadapi masalah Buaya ini Sekdesejadi bimbang karenakan buaya disebutkan hewan dilindungi karena dianggap terancam punah. Sedangkan faktanya di desa Buga, jumlahnya makin tak terkendali.
Pemerintah melalu Bada Konservasi Sumber Daya Alam hanya bisa menghingbau melalui plang himbauan masyarakat ketika melakukan aktivitas di sungai diharap berhati-hati.... (Rini).